Antara Cinta, Keajaiban, dan Mager

Hallowwww guys, , , miss u so much (*cium satu-satu). Akhirnya, dengan sisa-sisa semangat yang entah pada bercecer kemana, akhirnya bisa bertemu dan sefaham lagi untuk membuat challance malam Minggu bersama. Suatu keajaiban memang jika disaat mager (males gerak.red), tiba-tiba setityik semangat muncul lagi. Meski perjuangannya untuk menjadikan titik itu menjadi kobaran besar kembali. Okelah, kali ini aku berusaha untuk menjadikan tiga kata berikut sebagai sebuah kisah awal tahunku “Cinta, Keajaiban, Mager”.

Sudah pasti ketiga kata itu berhubungan erat dengan yang namanya baper-baperan (bawa perasaan.red). Alhamdulillahnya, musim baper emang mengalahkan popularitas musim apapun saat ini. Karena apapun musimnya, ujung-ujungnya baper juga hehhehehee. Korban iklan teh kemasan banget yaaa.

Oke lanjut, “Cinta, Keajaiban, Mager” akan ku singkat menjadi C,K,M. Hanya sekedar untuk memudahkan saat penulisan saja, dan tidak bermaksud apapun.

Disadari atau tidak, CKM memiliki hubungan yang sangat erat, terikat satu sama lain. Terutama banget bagi kaum hawa yang kerap menomor satukan perasaan dalam segala bidang. Karena saya juga hawa, makanya paham banget heheheee. Tapi tidak menutup kemungkinan para adampun bisa merasakan hal yang sama.

Berikut sebuah kisah dari seseorang yang cukup dekat dengan ku, semoga bisa menjadi inspirasi malam ini. Sengaja nama disamanarkan menjadi Purnama.

Seorang perempuan muda yang energic dan cerdas. Aktif diberbagai kegiatan social, namun selalu berusaha menutup diri dari sebuah hubungan yang serius. Bukan karena dia memiliki kelainan. Hanya saja, hampir seluruh kisah cinta yang pernah ia bangun hancur dengan bekas luka yang cukup dalam. Hingga hampir-hampir dia tak pernah berfikir bakal menerima seseorang lagi dalam hidupnya.

Luka terakhir yang dianggap sangat parah ialah ia harus rela seluruh karir dan apa yang ia miliki hilang dalam sekejap akibat penghianatan dari seseorang yang dianggap tulus mencintai. Meski ia berusaha untuk meyakini, apa yang terjadi adalah kehendak Allah atas kedzoliman yang telah diperbuat manusia sendiri, namun rasa trauma pada sebuah hubungan cinta tetap menjadi beban besar dalam hidupnya. Butuh waktu cukup lama untuk dapat kembali bangkit dan percaya diri. Namanya perempuan, perasaan pasti sangat berpengaruh dalam upaya kembali bangkit.

Sebuah sunnatullah, sebuah musibah terkadang adalah cara Allah untuk menunjukkan jalan terbaik. Mempertemukan dengan orang-orang sholeh. Kembali membangun jiwa dari nol. Meniti anak tangga menuju keajaiban-demi keajaiban yang silih berganti bersama setiap masalah yang muncul. Berusaha bangkit, sembari memotivasi kawan yang memiliki ujian hampir sama.

Doa menjadi lantunan yang indah, mengharap pengampunan dalam cinta dan keajaiban dari Allah SWT. Namun bukan berarti tak ada lagi ujian itu. Selang musim berganti, sepertinya ujian pun terselenggara kembali. Entah kali ini rahasia apa yang tersimpan dibalik tangan Allah.

Purnama kembali berkenalan dengan seseorang yang menawarkan cinta. Meski ragu, dan terus berdoa agar ini bukan sebuah kesalahan, ia mulai membuka diri. Memberi kesempatan akan datangnya kembali seseorang dalam hidupnya. Sebuah kisah cinta dalam impian penuh keajaiban.

Namun sekali lagi, tak ada sebuah keajaiban tanpa ujian. Sebuah cermin ajaib pun muncul kembali. Sebuah badai bertiup kencang. Air mata kembali datang. Sedikit demi sedikit hati mulai mager. Hanya memikirkan keresahan demi keresahan dan muncul kemalasan bergerak untuk mengubah keadaan. Virus mager pasti menjadi momok bagi siapa saja yang kehilangan keyakinan akan keajaiban dalam cinta.

Mager berbuntut dari baper. Baper yang sudah kronis berujung pada marger berat. Saat mager kronis terjadi, tak ada obat yang manjur untuk menyembuhkan. Hanya diri sendiri yang bisa memaksa bangkit. Melalui self motivation dan kemauan merubah keadaan.  Seperti hakikat cermin ajaib dan sensasi jeruk nipis. CKM memiliki ikatan yang sangat kuat dengan cermin ajaib dan sensasi jeruk nipis.

Lagi-lagi self motivation yang wajib dimiliki setiap orang ialah “Apapun yang terjadi ialah perwujudan Allah” yaitu terjadi atas izin Allah. Setiap ujian adalah cermin ajaib seberapa banyak ilmu yang sudah kiat serap dalam kehidupan. Sebuah cinta hanya akan melahirkan sebauh keajaiban jika dibarengi dengan keiikhlasan pada ketentuan Allah. Sebuah cinta dibarengi mager, tak akan pernah melahirkan sebuah keajaiban. Karena keajaiban perlu diperjuangkan, perlu tindakan, dan sebuah perubahan sikap serta fikiran. Tidak ada keajaiban yang gratisan (khusus yang ini akan aku bahas ditulisan selanjutnya).

Hati-hati Mager mu Maut mu!!!! Boleh mager tapi dengan hitunga 1×24 jam. Boleh bersedih dalam keterpurukan namun hanya 1×24 jam. Boleh meratapi nasib tapi hanya 1×24 jam. Bergegas rapikan diri. Ada lebih dari 200 juta penduduk Indonesia, jika semuanya mager kholas lah bangsa kita (maaf oot hahahaaa). Maksudnya ada 200 juta penduduk Indonesia, patah hati dengan 1,2,3,4,5, orang atau lebih, bukan berarti mewakili jika semua orang menyakiti kita. Satu orang datang sebagai ujian, ada jutaan orang memerlukan uluran tangan.

Ok guys, sekian kisah CKM. Semoga bisa bermanfaat, terutama buat diri sendiri yang masih suka baper berbuntut mager. Thanks to my sista dan brota yang selalu menjadi sumber ide dan challance buat ku. Yuks mari rajin-rajin bertanya pada cermin ajaib, “Apa yang harus aku perbaiki dalam kehidupan ini?”.

***

2 replies
  1. Laras
    Laras says:

    Jadi berasaaa… Apa itu aku?? Antara GR, Baper dan mager… Sempet kebaca merger, wkwkwkkw… Ayo terus smangat mba ekaaa!!! You are not alone, hohoho

    Reply
  2. faiza
    faiza says:

    Ni aku banget 3 bln lalu mager krn semi broken heart sama sakit gondokan.. ahhhha i love your term kholas bangsa ini hahhahaha ojo lah.. ya kan sumpek banget kl mager berjamaah semoga kita tetep jd bangsa yg kokoh dan kekeuh aamiin..ayoo kita semangat nulis lagiy ?

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.