Antara Kulit Wajah, Mood, dan Bahagia

Wajah pasti menjadi asset yang sangat berharga bagi perempuan. Penilaian wajah bagi perempuan bukan melulu pada tingkat kecantikannya. Apapun jenis dan warna kulitnya, bersih dan sehat adalah keharusan bagi pemiliknya. Dan bagi saya, kondisi kulit wajah sangat menentukan mood saat itu.

Tinggal dikawasan sekitar area pertambangan, yang cukup terik plus debu yang lumayan wowww, menjadi bahan utama pembuat muka menjadi kusam dan kering. Ditambah air dari PDAM yang banyak menggunakan penjernih dan anti bakteri. Sebuah percampuran lengkap yang sulit untuk dihindari.

Memakai berbagai sabun wajahpun bukan lagi menjadi sebuah solusi yang baik. Apalagi penggunaan cream siang malam, yang ada malah semakin kompleks masalah kulit. Saya, dan beberapa tetangga juga punya pengalaman pahit dengan penggunaan pelembab kulit. Bukannya kulit terlihat bernutrisi dan tak kekeringan, justru muka semakin gelap. Tabir surya pun tak serta merta membawa dampak sesuai harapan.

Saat kulit kusam, bermake up pun walah telah berusaha maksimal rasa seperti tak menyatu dengan wajah. Semua serba buram dan pasti mood pun buyar. Jika ini terjadi pasti kerjaan semua acak kadul. Maklum sebagai seorang koleris sanguinis saya memang sering terjebak pada mood saat harus melakukan sesuatu. Tampilan diri yang fresh dan bersih menjadi pemacu semangat saat beraktifitas.

Untuk itu, saya harus benar-benar memberikan perhatian ekstra pada kasus kusam ini. Mencari solusi jita tanpa harus berboros uang dan waktu pergi ke salon kecantikan. Selain sedang pada musim krismon, my baby boy juga pasti akan rewel pooooll saat harus ditinggal sekedar memanjakan diri di salon.

Perawatan madu, menjadi pilihan untuk bermasker sendiri di rumah. Madu yang banyak mengandung vitamin dan mineral penting, serta gula, sudah bukan hal baru dalam dunia kecantikan. Berbagai merk produk kecantikan ternama pun telah menggunakannya sebagai bahan dasar. Karena dapat menjadi antioksidan alami, anti jamur, serta anti mikroba.

Jujur saya kurang mampu membedakan mana madu asli dan yang aspal. Terlebih di Kaltim banyak sekali orang menjual madu dengan berbagai harga yang bervariasi. Dan konon katanya tak semua dariyang mereka jual itu asli. Heemmmm, okelah saya gunakan saja madu kemasan salah satu produsen jamu ternama nasional dengan brand ambassador Agnesmo.

Sebagai bahan dasar, madu bisa digabungakan dengan berbagai buah alami ataupun susu. Yang kerap saya gunakan ialah 1 sendok teh madu + ½ buah tomat, 1 sendok teh madu + 2 sendok teh jeruk nipis, 1 sendok teh madu + 1 sendok makan susu bubuk full cream yang telah dicairkan terbih dulu. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Percampuran madu dan tomat berfungsi menghilangkan kulit kusam dan kaku akibat lapisan kulit mati yang menyumbat pori. Tomat kaya akan gizi, vitamin, dan nutrisi lainnya. Terutama kandungan vitamin C dan E yang sangat membantu dalam proses pencerahan dan regenerasi kulit. Selain itu kandungan air pada tomat, mampu menberikan efek segar pada kulit wajah.

Untuk percampuran madu dan air jeruk nipis, utamanya ialah untuk pembasmi jerawat, komedo membandel, noda-noda hitam. Kandungan vitamin C yang tinggi sangat cocok sebagai anti septik membunuh kuman bakteri penyebab jerawat, serta mengangkat kotoran penyumbat pori. Selain itu vitamin C juga bermanfaat mencerahkan kulit akibat noda-noda bekas jerawat.

Sedangkan percampuran madu dan susu bubuk full cream sangat bermanfaat untuk proses pengencangan kulit. Sehingga dapat menyamarkan garis-garis kerut tipis di wajah. Membantu menjaga kelembaban dan kekenyalan wajah, serta mengatasi kelebihan minyak pada wajah.

Cara menggunakan masker alami ini juga sangat mudah. Setelah membuat ramuan, yaitu antara madu dan salah satu pilihan pendampingnya, aplikasikan dengan mengoleskan seluruh campuarn tanpa tersisa ke wajah dan leher. Kecuali kelopak mata tentunya. Diamkan hingga mongering sekitar 15-20 menit. Bisa disambi dengan melakukan aktifitas lain seperti mencuci baju, cuci piring, atau tiduran hehehee. Tapi jangan nyambi nyapu ya, nanti malah debu-debu halus ikut nimbrung ke masker kita.

Setelah itu cuci dengan air hangat kuku. Ingat ya, hangat kuku, bukan panas. Lebih baik jika menggunakan waslap atau spons khusus saat bilasan pertama untuk mengangkat sisa masker. Setelah dirasa cukup bersih, ulangi membilas dengan air dingin bersuhu normal. Bukan air es.

Karena menggunakan bahan alami, memang efek yang akan dirasa tidak secepat penggunaan bahan kimia dari produk kecantikan bermerk. Namun dengan ketelatenan, justru dampak jangka panjangnya akan lebih baik dari bahan kimia.

Dan yang lebih penting dari segalanya ialah membiasakan berfikir BAHAGIA. Kesegaran wajah dan badan, serta mental, sangat dipengaruhi oleh rasa pada pikiran dan batin. Berbagai perawatan luar walau penting, tapi sifatnya hanya skunder alias hanya sebagai pendambing. Premiernya ialah apa yang ada dalam pikiran kita sendiri. Pikiran dan batin BAHAGIA plus perawatan alami yang teratur akan meberikan kita kesegaran jasmani dan rohani yang nyata.

Selamat mencoba dan jadilah Perempuan Indonesia yang BAHAGIA!!!!
*bersambung*

*****
Loa Kulu – Kutai Kartanegara, terus belajar bersahabat dengan kondisi alam.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.