Cinta itu

Hay lama ya tidak intip-intip dinding saya. .
. . .  kesibukan yang harus menyita waktu hampir sebulan Mei ini membuat saya hampir-hampir tak punya waktu untuk menulis.
Maklum kalau nulis tentu harus dalam mood yang enak dan tidak terburu waktu. Seperti halnya saat kita akan menjatuhkan pilihan hati atas nama cinta. Waaww tumben saya bahas soal cinta yaa 😀
Beberapa waktu ini, saya kerap mendapati kisah-kisah cinta orang terdekat saya yang unik untuk dipelajari. Seorang temen yang sempat beberapa kali menyatakan ngebet ingin nikah dengan pacarnya yang merupakan kakak tingkatnya di kampus, namun kerap bimbang dan berdoa untuk bisa dapat jodoh lain di moment-moment tak terduga. atau kisah sahabat baik saya yang mencintai temannya yang dia tahu benar sudah memiliki kekasih. Yang lebih miris lagi, yaitu yang sudah pacaran bertahun-tahun akhirnya diterpa badai dan diujung pilihan tetap bersama atau jalan masing-masing. Karena alasan tak lagi ada rasa perhatian (mungkin tepatnya jenuh kali y,,,).
Hemm apapun itu, bagi saya cinta itu memang sesuatu yang unik dan tidak mudah dicerna akal manusia. Bahkan tanpa kita sadari, kita kerap menemukan seseorang menjatuhkan pilihan hatinya pada seseorang yang sebenarnya tidak pernah masuk dalam impiannya. contohnya, pengen dapat pasangan yang cantik, pinter, jago masak, dan lemah lembut. eehh ternyata malah dapatnya hanya 50 persen dari yang diinginkan.
Sempat juga saya menjadi tempat curhat seorang teman yang sedang kasmaran pada seniornya di sebuah organisasi. Pria yang ditaksirnya ini menurut gadis berperawakan tinggi tersebut sangat cocok dengan yang diidam-idamkan. Yaitu pria yg berwibawa dan dapat menenangkannya dalam setiap kegundahan. Dan segudang alasan indah lainnya. Namun yang membuat saya begitu menentangnya adalah pria tersebut masih berstatus suami orang dengan 4 anak. Naahhhh sebagai seorang perempuan yang pernah merasakan pil pahit orang ke3 tentu tidak akan pernah menyetujui sahabatnya jadi orang ke 3 dalam sebuah rumah tangga orang lain.
Aku sendiri saat ini mungkin dalam mencari cinta yang bisa menjadikan aku semangat berkarya . . . bukan cinta yang yang membuatku merenung berlama-lama dalam kamar dan hanya membayangkan si dia hihihih

@EkaDeffa