Embun adalah Namaku

Saat malam akan segera berakhir, pertanda kemilau merah perunggu di ufuk timur perlahan memancar. Pergantian waktu dalam kedamaian inilah aku berada. Tenang dalam sejuk menyambut perlahan hangatnya mentari. Mereka menyebutku embun.

Bagai sebuah sisi perjalanan kehidupan. Malam terkadang adalah sebuah perlambang sisi gelap perjalanan. Tumpukan tantangan demi tantangan yang memerlukan banyak fikiran tercurah, sering diibaratkan bagai gelapnya malam. Meski tak selamanya malam itu mengerikan. Bahkan terkadang indahnya rembulan dan taburan bintang memberi hiasan indah pada pekatnya gulita.
Itulah masalah hidup manusia. Seperti gelapnya malam, namun tergantung cara masing-masing menikmatinya. Saat malam semakin larut dan gelap, indahnya langit kerap terabaikan. Hingga hujan meteor yang kerap datang pada puncak gulita itu tak mampu dinikmati. Tak jarang gelapnya malam menjadi sebuah ketakutan.
Semakin larut malam memuncak, pertanda fajar segera datang. Itupun berlaku pada setiap manusia. Semakin rumit, semakin pelik masalah yang dihadapi, berarti bahagia segera datang.
Sebelum matahari benar-benar datang. Akulah yang ada disana. Dengan sebuah rengkuhan kedamaian dipenghujung malam. Akulah Embun. Cobalah nikmati kedamaian akan hadirku dipenghujung gelapmu. Tenang dan damai.

Aku tak bisa membuat kuyup bagai hujan. Tapi saat menyapu setiap inci kulitmu, aku mampu memberi kedamaian.
Akulah Embun, sebagai pertanda gelap gulita mu segera berakhir. Dan sinar mentari segera memberi semangat baru dalam hidupmu. Meski aku sering terlupa dan hilang saat matahari benar-benar menghangatkan mu.
Akulah Embun, yang selalu menantimu dengan pelukan damai dipenghujung sisi gelap hidupmu. Mengantarmu hingga sambutan matahari mencerahkan segala harapanmu. Setiap datang sisi gelap perjalanan hidupmu, ingatlah selalu, ada Embun yang menunggu diujung lorong waktu. Aku adalah Embun mu.

6 replies
  1. faiza
    faiza says:

    Tambah syip ae pilihan kata per katanya.. Freshhh dan adem bacanya.. pilihan tema embun ni emang gampang gampang susah yah.. Yuk mari selalu jaga embun sejuk dihati kita :’)

    Reply
  2. Laras
    Laras says:

    Damaaaai bacanya, mba ekaaaa… Iya, mari menikmati embun… Di dinginnya malam ada keindahan. Di pekatnya malam ada keindahan. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kalian dustakan? Wah tema embun ini bener2 kereeeen… Alhamdulillaaah….

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.