Keinginan Terpendam vs Kemalasan

Sebagai manusia lumrah jika kita memiliki keinginan. Entah itu sesuai kemampuan ataupun tidak. Karena manusia sejak terlahir telah dianugerahi Sang Maha Pencipta sebuah nafsu. Meliputi nafsu yang baik maupun tidak. Bay the way, dalam tulisan ini saya tidak akan berceramah atau mengangkat dalil-dalil tentang hawa nafsu. Karena jika saya ceramah, pasti anda ketiduran hehehee.

Beberapa hari belakangan, saya didera virus zombie. Virus yang menjadikan saya malas melakukan segala rutinitas (atau mungkin bawaan PMS). Apapun alasannya, yang jelas rasa malas ini telah membuat saya kehilangan hari-hari produktif. ratusan jam terbuang sia-sia. Emosi campur aduk. Bagi saya bantal dan guling lah yang bisa meredam suasana hati. Alih-alih bermain dengan my babyhuy, yang ada malah dia harus rela terkurung hanya beraktivitas dalam rumah.

Meski saat sisi sadar datang, hemmm, kembali hati bertanya “apa yang sebenarnya ku inginkan?”
Berbagai mimpi ku punya, berbagai kasih Nya ku dapat. Tapi kok ya masih saja hati ini gundah gulana. Memang sich kondisi kami saat ini sedang tidak menentu. Berbagai peristiwa silih berganti. Namun apa iya saya harus terus menzombie.

“Tak mungkin kita bisa mengatakan diri ini sabar jika tidak pernah melalui ujian, tak mungkin kita bisa mengatakan diri iklas jika tidak pernah terdzolimi,” pesan ustadz Al Habsy seminggu yang lalu.

Inilah keinginan terpendam saya. Menjadi pribadi yang lebih sabar dan iklas. Lebih dapat bersahabat dengan segala kondisi diri. Mungkin saat ini tengah berat, namun “fainnama’al ushri yushro, innama’al ushri yushro,”. Setiap kesusahaan pasti ada kemudahaan, sungguh setiap kesusahaan pasti ada kemudahan.

Tugas saat ini hanyalah terus berbenah diri. Istilah Ustadz Yusuf mansyur adalah memantaskan diri. Untuk menyambut datangnya berbagai kemudahan yang muncul seizin Allah setelah kita melalui berbagai kesulitan.

Namun lagi-lagi, berkomitmen itu mudah diucapkan. Namun “hasutan” hawa nafsu kembali mempengaruhi. Terutama saat syaiton ikut campur dengan menghasud disekeliling untuk makin menjadi menyebalkan. Rasanya jleebbb bangettttt.

Semoga masih mendapat ridho Nya untuk terus berjuang memperbaiki diri. Memantaskan diri untuk sebuah “hadiah” besar dalam hidup ini.
*****
Loa Kulu – Kutai Kartanegara, dalam kelemahan jiwa yang berusaha bangkit kembali.

2 replies
  1. arsa
    arsa says:

    Xixixi… Lg kena virus malas ya? Tp pagi ini langsung setor 5 tulisan. Mantap. Virusnya pindah ke saya nih, blm bikin tulisan sama sekali. Dari kmrn komen melulu. Tp baca tulisan teman2 menarik semua sih

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.