Ketika Aku Jatuh Cinta

 

Hayy guys, hampir 2 minggu akhirnya ada waktu juga untuk kembali corat-coret di ruang ini lagi. Dengan tema yang masih tidak jauh beda dengan galau, cinta, dan relationship. Ok, kali ini kita akan sedikit curcol tentang jatuh cinta (uhuukkk). Kata orang jatuh cinta itu bisa merubah segalanya. Yang males jadi rajin, yang buthek jadi bening, air Mahakam kali buthek hehehee.

Tema cinta dalam karya sastra umumnya tak lekang oleh waktu. Siapa sich yang tidak kenal dengan Siti Nurbaya? Karya sastra apik yang lahir jauh sebelum Indonesia merdeka. Kisahnya tetap abadi hingga kini. So apa hubungannya dengan tulisan saya kali ini?

Waiittt, ngomong soal jatuh cinta, pasti tak akan terlepas dari sebab-sebab dan asal muasal cinta itu sendiri. Ungkapan yang sering muncul ialah “Cinta datang dari mata turun ke hati”. Sudah mainstream banget kan. Sayapun pernah (sering mungkin saat muda dulu hehehehe) merasakan semacam itu. Berawal dari kekaguman terhadap seseorang, bisa penampilan, attitude, peikiran, hingga wajah. “Helloowww namanya suka sama seseorang pastilah memandang dulu,” kurang lebih seperti itu kali ya jika saya bertanya pada orang-orang disekitar.

Tapi sayangnya kalimat itu sepertinya tak seratus persen benar. Why? Karena jika kita bersedia jauh menatap cermin (sila cari tulisan saya tentang cermin ajaib vs jeruk nipis), cinta itu datangnya bukan karena penglihatan yang turun kehati.

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat izin dari Allah untuk sekedar engenal sepasang suami istri yang sangat luar biasa. Keduanya berprofesi sebagai tukang pijat. Ya, sesuai tebakan anda, mereka berdua tidak pernah bisa saling melihat satu sama lain. Keduanya buta sejak lahir. Namun mereka saling mencintai dan melengkapi satu sama lain. Secara materi mungkin mereka berdua memang tergolong garis bawah. Namun dengan kasat mata saja, siapapun bisa melihat rumah mereka berpondasi kasih sayang.

Perbincangan yang terjadi dianata kami membawa saya pada sebuah titik, cinta itu tidak perlu melihat. Cinta itu urusan perasaan bukan apa yang kita lihat. Seperti halnya sebagai manusia yang mencintai Rabbnya tanpa pernah mampu melihatnya. Subhanallaah, disaat para pasangan “sempurna” dengan penglihatan mereka mencari dan terus mencari pasangan yang menurut benak masing-masing adalah yang paling tepat untuknya, justru sebenarnya tidak ada cinta sama sekali disana.

Jusru yang sangat terlihat ialah nafsu. Bahkan hingga menimbulkan ke kufuran pada Rabbnya. Begini maksud saya, seluruh makhluk di dunia ini diciptakan secara sempurna oleh Allah. Sempurna bagi Allah tentu tidak selamanya sama persis dengan kata “sempurna” versi manusia. Terlalu dhoif jika kata sempurna diversikan ke pola fikir ala nafsu manusia. Karena kita mengimani Allah Maha Sempurna tapi toh kita tak pernah bisa melihat yang dimaksud sempurna versi Nya.

Saat kita mengatakan seseoran itu jelek, dengan alasan a, b, c, d ya itu dengan penilaian secara bentuk fisik, sebenarnya saat itu kekufuran sedang terjadi. Ya, kufur terhadap ciptaan Allah. Mencelanya ciptaan Nya berarti melecehkan si penciptanya. Haduuuhhhh janji Allah pasti, barang siapa yang bersyukur maka nikmatnya akan ditambah, dan barang siapa kufur maka adzab akan menimpa. Naudzubillah.

Ok guys terutama yang masih lajang, dan masih pilih-pilih, jangan sampai terlalu pilih si ini gak cocok, si itu gak pantes, malah menjerumuskan kita pada ke kufuran. Saat mencintai, jatuh cintalah pada yang menciptakan orang tersebut. Apapun yang kita lihat itulah sempurna menurut Sang Pencipta. Mengasihi hakikatnya tidak perlu rupa, dan mencintai adalah kesediaan menerima segala yang dihadapi tanpa meletakkan garis kebenaran ala otak kita sendiri. Karena hanya Allah yang Maha Benar.

Next, kita akan bahas tentang garis kebenaran yukz, materi terinspirasi dari audio RMR ustadz Nasrullah.

****
*bersambung

6 replies
    • Eka Deffa
      Eka Deffa says:

      alhamdulillah mau saya kalau ada yang menjodohkan huehuehue, , ,???????????? tapi nanti si mas yang disana g ridho, bhy hikz

      Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.