net

Ketika Jatuh Cinta (Kembali)

Semua terasa sunyi, lorong-lorong gedung itu terasa sangat mencekam. Meski jam dinding telah menunjuk angka 10, namun pagi ini serasa berada di tengah malam yang senyap. Udara dingin menusuk bersama angin sisa-sisa hujan deras sejak dini hari. Entah untuk yang keberapa aku berada di gedung ini. Dengan suasana dan kondisi yang berbeda.

Bertahun-tahun, aku bukanlah orang asing di area gedung ini. Bagi sebagian petugas namaku malah sangat dikenal. Sebagai seorang jurnalis, gedung pengadilan memang lokasi yang hampir wajib ku kunjungi minimal sekali dalam sepekan. Dan aku tak pernah menyangka jika kisah cintakupun akan singgah disini. Berakhir dengan  ketukan palu di meja hakim.

Semua berakhir dimusim dingin 2 tahun silam. Musim dingin yang serasa membuat hatiku benar-benar beku. Hingga segala luka benar-benar tak lagi bisa ku rasa. Mungkin lebih tepatnya aku layaknya zombi yang tak lagi punya selera untuk memiliki cinta. Hanya mengurung diri dalam dinding hati yang senyam dan pekat.

 

****

Musim dingin diawal tahun. Sebuah perjalanan panjang bermula kembali. Sebuah kisah antara aku dan dia. Jatuh cinta, sebuah idiom yang hampir hilang dari kumpulan kata di otakku. Rasa yang pernah benar-benar ku tepis dan tak ingin aku membukanya kembali.

Sebuah kisah yang tak bisa ku cerna dengan logika. Kesepahaman perasaan antara aku dan dia. Saat sendiri terkadang aku tiba-tiba tersenyum geli, tergelitik ingatan tentang dia. Jatuh cinta, benar-benar membuat aku kehilangan logika. Hampir terasa tak ada dinding lagi yang membekukan hatiku. Senyap itu berganti.

Entah hanya halusinasi atau apalah itu, semua rasa sesakku dimasa lalu justru mendorong untuk  berani mencintai seseorang kembali. Jatuh cinta, walau kadang rasa ragu itu tetap ada seperti bayangan saat terang datang. Namun saat jemari kami saling memegang erat, semua rasa itu benar-benar hilang. Senyum nya membawa teduh dalam otakku yang terlanjut begitu kusut karena kisah lalu.

Jatuh cinta, lagi-lagi aku hanya mampu tertawa kecil saat mengingat setiap kebersamaan dengan dia. Meski tak lama. Akupun mulai hafal dengan aroma tubuhnya, tatapan matanya, aaahhh semua tentangnya terasa indah. Semoga bukan sekedar fatamorgana.

Jatuh cinta, ketika logika benar-benar tak bermakna. Hanya mampu menyelipkan sebuah doa pada setiap sujud terakhir. Agar kisah ini bukan sekedar sebuah nafsu yang berujung pada ruang hampa. Karena sejatinya cinta ialah sebuah pengabdian panjang bukan sekedar kepemilikan. Di Hingga suatu saat nanti kisah ini menjadi Anugerah Terindah yang pernah ku miliki (pinjam lagunya sheila on 7 boleh yaa hehehehehe). Seperti dalam lagunya fatin “Dia, dia, dia telah mencuri hatiku,,,,”. Disambung oleh mas Afgan “Jodoh pasti bertemu”.

 

*note : tulisan ini dibuat dalam rangka baper-baperan digrup MariMenulis. Jika terjadi kesamaan tokoh dan alur cerita memang sebuah kesengajaan (hehehhehee). Well, saya memang tidak begitu jago menulis sebuah roman picisan, harap maklum lah jika bentuknya acak kadut. Jika ada yang tanya apakah diatas cerita fiksi atau kisah nyata, silahkan simpulkan sendiri. Jika muka saya berubah jadi pink berarti saya sedang jatuh cinta wkwkwkwkwkwkww.

Special danke maine lieber, mb swastika yang sudah melempar inspirasi malam ini, dan saya tunggu karya kalian : Za, Laras, Olif, Mas Arsa, Mas Muza, Mb Wanty de el el (lanjutkan edisi baper kita).

7 replies
  1. naa
    naa says:

    Kata orang “it’s impossible to love and be wise” that’s why i don’t want to fall in love, but… build my love hehe (ngomong apa dah saya)
    Emaaakk..semoga cinta yg kali ini adl cinta lillahi ta’ala yg diridhoi dn penuh berkah :))

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.