Pokemon: Kecelakaan Masal Hingga Konspirasi

Merebaknya game yang konon belum dirilis secara resmi ini memang cukup booming dikalangan muda. Walaupun saya merupakan salah satu orang yang tidak begitu tertarik dengan permainan semacam itu, untuk kali ini saya pun mulai tertarik. Bukan karena keasikan permainannya, namun lebih pada isu strategis seputar permainan yang berasal dari serial kartun beberapa tahun silam ini. Yaitu isu kemungkinan terjadinya kecelakaan masal dan teori konspirasi dalam game pencari monster ini.

Beberapa hari yang lalu, saya berniat konsultasi mengenai tampilan blog pada salah satu sahabat yang membidangi tentang IT. Sayangnya berbagai chat yang saya kirim hanya dijawab “Nanti ya kalau sudah pulang, masih main pokeon,”. Bagi saya yang awam dunia game, awalnya justru bertanya balik “Masih musimkah kartun itu?”.

Menanti jawaban chat hingga larut malam tak kunjung berbalas, sayapun buka twitter untuk mencari info-info terbaru.
“Andai perjuanganmu mencari rezeki se kuat upayamu mencari pokemon maka hidupmu pasti sejahtera,” isi TL salah satu motivator Indonesia dalam akun twitternya malam itu. Sayapun jadi tambah penasaran. Terlebih Ustad Yusuf Mansyur pun di akun istagramnya mengunggah video tentang keseruan yang sebenarnya bahaya kecanduan permainan ini.

Pagi berikutnya saya langsung BBM sahabat yang tadi asyik bermain pokemon hingga larut malam untuk mendapat gambaran bagaimana cara bermain game yang menurut saya aneh ini. Dari penjelasan singkatnya saya combain dengan video di IG UYM, dan setidaknya saya sedikit tercerahkan.

Sehingga tak berlebihan jika sekelas Kapolresta menyatakan pada sebuah Koran harian pagi jika game pokemon dapat membahayakan jiwa. Baik gamer nya maupun masyarakat lain. Keharusan untuk melakukan perpindahan / perjalanan saat menangkap monster yang bertebaran di tempat-tempat keramaian, mall, masjid, hingga jalan raya ini yang dianggap berbahaya.

pokemon2

Tak jarang dari para gamers harus berpetualan mengejar monster dengan naik kendaraan roda 2 atau 4. Bahkan dari video yang saya tonton, mosterpun berada di zebra cross. Bisa dibayangkan akibatnya jika demi mengejar monster tak mengindahkan lampu lalu lintas yang ada.

Selanjutnya yang membuat saya sedikit mengernyitkan jidat ialah salah satu tempat monster pokemon berada di masjid. Why???? Helloooowwww itu moster mau sholat??? Atau mau merusak konsentrasi para muda mudi yang beribadah atau mengikuti kajian di masjid??? Sebagai seorang muslimah walau bukan orang yang amat fanatic, namun nalar sehat saya sangat menolak jika ada yang bermain game di masjid. Terlebih menangkap monster.

Entah apa yang difikirkan pembuat game ini. Meski tak boleh mudah terpancing emosi, tapi membiarkan hal semacam ini juga tidak bijak. Bayangkan jika ada rombongan orang-orang datang berduyun ke masjid, bukan lagi untuk sholet maupun belajar agama, ternyata untuk menangkap monster. Lah, apa iya Rumah Allah adalah sarang monster. Bisa menjadi racun bagi otak anak-anak kita.

Pertanyaan selanjutnya, apakah permainan ini dibuat sengaja untuk sebuah system konspirasi. Karena sempat muncul bradcast tentang bahaya pokemon di medsos, terutama bagi militer sebuah negara. Apapun itu, sebagai kaum terpelajar kita harus terus menggali informasi. Semoga Allah melindungi kita semua dari ketidaktahuan ini dan memberi petunjuk yang sebenarnya.

Namun sisi baiknya game ini mengajak pelakunya untuk banyak bergerak. Bagi yang ingin membakar kalori dengan cara fun mungkin bisa menjadi salah satu solusi. Konon gamer pokemon bisa tidak sadar telah berjalan hingga puluhan kilometer mengejar monster hingga berat badannya turun 7 Kg dalam seminggu. Heemmm, , , , luar biasa yaaa, , , mau mencoba diet ala ini???
******
Loa Kulu- Kutai Kartanegara, menggli informasi lebih dalam.

2 replies
  1. Faiza
    Faiza says:

    Ya elah koq ga masuk si komenku.. hiks bgtt.. itu aku td blg emg masjid rata rata dijadiin tmpt training para monster. entah bagus atau engga masjid jd rameee..jeleknya jd ky masjid tmpt kumpul monster gt hikkss

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.