Sejahtera Melalui Bantuan Perempuan Tanpa Riba

Dalam program kerja Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari sejak periode pertama kepemimpinannya 2010-2016 hingga periode kedua ini, salah satu konsentrasinya ialah peningkatan kesejahteraan perempuan. Gayung bersambut, antusias para perempuan untuk berwirausaha guna menyokong suami menambah penghasilan keluargapun bermunculan pesat. Kini masyarakat perempuan Kutai Kartanegara berupaya melek wirausaha dengan berbagai keahlian mereka. Inilah #inovasidaerahku.

Salah satu contoh ialah pada foto diatas. Yaitu ibu-ibu pengrajin tenun ulap doyo. Tenuh khas masyarakat dayak ini kini menjadi ikon di Kutai Kartanegara. Terangkat melalui upaya ibu-ibu penenun yang kembali giat dengan adanya bantuan khusus usaha perempuan ini. Kelompok-kelompok usaha penenun ulap doyo kini banyak bermunculan kembali.

“Daerah yang sejahtera bisa dilihat dari tingkat kesejahteraan setiap keluarga, dan keluarga yang sejahtera berarti ada perempuan-perempuan yang sejahtera di dalamnya,” ungkapan sang bupati. Mengawali langkah sebagai bupati dalam periode Kutai Kartanegara pada masa yang cukup sulit pada 2010 lalu, Rita memang harus berkerja keras membuat berbagai inovasi dalam program kerjanya. Terutama untuk dapat menekan angka kemiskinan.

Hingga terwujud salah satu upaya besar yaitu dengan memberikan pinjaman usaha khusus bagi perempuan. Dimana para perempuan secara berkelompok, minimal 5 orang dengan domisili kecamatan yang sama, bisa mengajukan pinjaman tanpa anggunan dan bunga. Namun tentu dengan syarat kelengkapan dokumen seperti KTP dan keterangan usaha dari Kades/Lurah setempat.

Besaran nilai pinjaman berbeda-beda, sesuai dengan pengajuan, jenis usaha, hingga jumlah anggota. Pada periode 2014 lalu, pinjaman terendah sekitar Rp 20 juta, dan terbesar mencapai diatas Rp 100 juta. Pengembalian pinjaman tersebut dilakuakan dengan cara mengangsur selama 2 tahun. Jika angsuran macet, resikonya kelompok tersebut tidak akan mendapat bantuan lagi. Tidak ada bunga ataupun denda dalam bentuk uang lainnya.

Inilah sebuah terobosan yang sangat luar biasa. Memberi bantuan tanpa adanya riba. Karena sebanyak apapun bantuan yang diberikan jika terdapat unsur riba pasti tak akan menyejahteraan. Dalam setiap periode APBD Pemkab Kutai Kartanegara setidaknya menganggarkan Rp 40 triliun untuk program pinjaman KUBP (kelompok usaha bersama perempuan) ini. Yang terserap oleh lebih dari 1.000 KUBP dari 18 kecamatan se Kutai Kartanegara. Tak heran jika Kementrian Dalam Negeri mengganjarnya dengan Piala IGA dan menjadi 10 besar inovasi terbaik seluruh Indonesia.

Program bantuan ini awalnya yaitu pada 2011 hingga selesai masa pemerintahan bupati Rita tahap 1 pengelolaannya berada pada Badan Keluarga Berencana,  Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKBP3A).  Namun pada periode ke 2 Gerbang Raja,  saat ini pengelolaan dan pembinaan dibawah pengawasan Dinas Budaya dan Pariwisata Kutai Kartanegara.  Yang berkaitan dengan pembinaan ekonomi kreatif.  Sehingga selain dana bantuan juga disediakan pelatihan-pelatihan khusus untuk berbagai macam jenis usaha masyarakat. 

Melalui pelatihan ini diharapkan para perempuan yang berkecimpung di dunia usaha sesuai bidangnya tersebut bisa lebih profesional.  Sehingga menghasilkan produk-produk yang berdaya saing serta mampu merambah pasar yang luas  hingga keluar daerah. 

Semakin banyak perempuan kreatif dan mampu membantu perekonomian keluarga,  tentu kesejahteraan Kutai Kartanegara bisa tercapai secara maksimal.  Pun angka kemiskinan juga dapat terus ditekan seminim mungkin.  

Program ini tak akan terealisasi dengan baik tanpa adanya upaya nyata para perempuan Kutai Kartanegara untuk ambil bagian menumbuh kembangkan usaha-usaha mikro mereka. Berjuang selaras dengan program pemerintah yang ada. Saling menyemangati sesame kelompok atau kelompok lain untuk terus berjuang dan bertahan menghadapi iklim usaha. Bravo kaum wanita Kutai Kartanegara.

@ekadeffa

4 replies
  1. Ida Wahida
    Ida Wahida says:

    Barokallahu fiik perempuan-perempuan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, terus tetap semangat dalam membantu kesejahteraan keluaraga, tèntunya jangan lupa ijin suami bagi seorang istri dan ijin oràng tua bagi yang masih gadis karena bagaimanapun kesejahteraan itu selain dari kemampuan kita yang diberi kelebihan skill juga dari ijin mereka (suami/orang tua) hak atas kita perempuan. Sungguh patut dijadikan contoh program Kutai Kartanegara SUKSES KUTAI KARTANEGARA SUKSES PEREMPUAN KUTAI KARTANEGARA KALIMANTAN TIMUR INDONESIA

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.