Selalu Ada Harapan

Terkadang awan tebal membuat terangnya siang menjadi gelap,
Terkadang kencangnya angin membuat hangatnya matahari menjadi dingin menggigil.
Pun dengan duka lara yang silih berganti,
Membuat terangnya mentari seakan menjadi badai yang siap menerjang.

Aku, manusia biasa, pun tak luput merasakan itu,
Mendung menggelayut dalam keputus asaanpun pernah terjadi.
Berjuang keras mengembalikan kepercayaan diri,
Mengembalikan semua rasa dan asa pada Sang Pencipta.

Doa,
Adalah jawaban atas segalanya.
Seluruh firman Nya menjadi penguat hati kembali,
Dan seluruh janjinya adalah pasti.

Butiran air mata dalam setiap doa,
Selalu yakin akan adanya harapan,
Tak ada yang lebih pelik, tak ada yang lebih rumit, dan kelam,
Selama masih ada keyakinan, selalu ada harapan.

Dia satu-satunya tempat berharap,
Dia satu-satunya obat penawar lara,
Kasih Nya adalah harapan,
Cinta Nya adalah kekuatan.

Gelap malam, adalah pertanda adanya harapan akan terbit mentari pagi.
Teriknya sianga, pun harapan akan teduhnya senja.
Saat penat bertabur asa, sucikan diri dan menengadah pada Nya,
Panjatkan semua harap dan cita.

Pada hamparan sajadah,
Menengadahkan kedua tangan,
Memohon ampunan atas segala dosa,
Hingga hati kembali dibuka.

Bukankah Dia menciptakan segalanya berpasangan?
Siang dan malam, sakit dan obat, rindu dan bertemu,
Pun dengan pasngan dari jenis masing-masing mahkluk,
Pun dengan segala kersehana, berpasangan pada sebuah harapan.

Kuatkan keyakinan,
Lawan segala keraguan akan pertolongan Nya.
Setiap keyakinan akan melahirkan ke kuatan yang tak hingga,
Dan semua akan indah pada saatnya.

Pegang kuat firman Nya,
Yakini akan setiap janji Nya.
Satu-satunya yang tak akan pernah ingkar adalah Dia,
Sebaik-baiknya tempat berharap adalah Dia.

Tak ada yang tak mungkin bagi Nya,
Tak ada doa yang tak terkabul oleh Nya,
Meminta dan yakin sepenuh jiwa raga,
Dengan mengagungkan selalu asma Nya.

Harapan itu akan selalu ada,
Bagi setiap hamba yang percaya.
Rengkuhlah Dia pada setiap doa.

*****
Loa Kulu – Kutai Kartanegara, tak pernah berhenti berharap dalam doa.

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.