net

Setiap Manusia Membawa Kisahnya

Suatu hari dalam keadaan terpuruk, aku menyebutnya dengan kondisi dibawah garis merah, tak ada satupun manusia tempat aku bersandar secara nyata. Saat tak ada Air mata dan penyesalan mungkin hanya teman sejati saat itu. Satu keyakinan yang terus ku bangun kala itu, bahwa setiap manusia membawa kisahnya masing-masing dalam setiap episode kehidupan. Mirip berbagai channel tivi yang menyuguhkan berbagai tayangan.

Waktupun terus berjalan, berbagai pembelajaran ku ikuti. Berbagai majlis ilmu ku datangi. Hingga ku temui kisah cinta sejati dari Rabb ku. Ya, satu-satunya tempat bersandar saat tak ada satupun bahu yang mampu menopang kepalaku. Sudah jelas pada firman Nya “Dia tidak akan memberikan cobaan/ujian pada hambaNya melebihi batas kemampuan hamba tersebut” (QS Al Baqarah 286).

Dan yang paling aku yakini, begitu banyak orang yang juga memiliki ujian seperti aku. Bahkan orang-orang sebelum aku. Dia pun Maha Pengampun dan Pemberi Petunjuk. Guruku Ustadz Yusuf Mansyur pun berkata Allah tak akan memberi ujian jika Dia tak juga menurunkan jawabnnya. Allahpun tak akan memberikan masalah tanpa menyertai memberikan jalan keluar. Dan yang terpenting adalah Allah adalah sesuai dengan prasangka hamba Nya.

Benar adanya, sebagai seorang ibu dengan buah hati yang lucu, aku bukanlah satu-satunya perempuan yang mengalami masalah kehidupan seperti yang kurasakan selama ini. Satu persatu aku temui teman-teman yang memiliki nasib hampir sama dengan ku. Namun dengan angle kisah yang berbeda tentunya. Tak jarang kisah itu harus diawali dengan amarah, air mata, serta tanda tanya. Hingga berbuntut pada krisis panjang dalam kehidupan.

Bersyukurlah aku diperkenalkan dengan teman-teman yang berada dalam kondisi “krisis” tersebut, namun mereka tidak mengalami krisis kepercayaan pada Tuhannya. Meski berbagai masalah itu bertubi-tubi hingga mereka hampir putus asa dalam hidup.

Suatu hari seorang teman dari Jawa Barat bertutur jika suaminya mencari-cari alasan untuk dapat pisah rumah dan mengembalikan sang istri pada orang tuanya. Kesibukan istri dalam melayani ummat hingga keegoisan nya dianggap sudah melalikan tugas istri sebagai pelayan suami. Haru biru kisah itu. Hingga sang istri membawa bauh hati semata wayangnya kembali pada orang tuanya dan memulai mencari penghidupan sendiri.

Doa tak pernah putus agar Allah membukakan tabir atas masalah yang ia hadapi. Hingga terakhir kisah ini disambung dengan berita jika sang suami telah menikah lagi. Saat sang suami memaksa untuk sang istri keluar dari rumah dan pulang ke rumah orang tuannya, ternyata saat itu si suami hendak menikah lagi.

Selanjutnya adalah seorang teman yang harus berjuang dari keterpurukan karena si suami tak mau serumah lagi tanpa alasan yang jelas. Walau tak pergi jauh, namun tak lagi si suami memberikan tanggung jawab pada si istri dan anak semata wayang mereka. Berbagai polemic terjadi. Namun belum juga kunjuang ada titik terang apa dan mengapa. Hanya doa dan keyakinan pada Tuhannya untuk terus tegar menghadapi segalanya.

Sebuah cerita mengharukan lagi, ialah dari seorang teman di Bali. Ia adalah single mom, sekaligus pengusaha. Sebuah tawaran kerjasama berujung kisah romantic dengan sang teman yang baru ia kenal membuat kesepakatan membangun usaha travel wisata bersama. Dengan modal yang cukup wah, serta keberaniannya menjual berbagai asset.

Jatuh bangun usaha berjalnan beberapa tahun, hingga akhirnya semua berbalik menyerang. Sebuah kisah romantic penuh intrik berujung pada perlawanan habis-habisan dari sang kekasih. Perjuangannya justru dibalik menjadi boomerang baginya.

“Inlah kuasa Allah pada setiap makhluknya, saat Dia cinta pada Makhlunya Dia akan menyelamatkan hamba tersebut dari lingkaran hitam, meski terasa sakit rasanya oleh si hamba itu,” ucap temanku ini. Menurutnya sebuah kesia-siaan besar telah ia lakukan beberapa waktu lalu. Hingga ia lupa bahwa Allah telah tegas melarang manusia untuk mendekati zina. Dan atas dasar cinta ala roman picisan ia mempercayakan segala miliknya pada orang yang bukan siapa-siapa.

“Beruntung teguran Allah datang lebih awal, Dia masih memberiku waktu untuk bertaubat kembali pada cinta Nya,” kenangnya. Meski telah hancur lebur, ia tetap yakin Allah akan terus ada untuknya. Allah akan mencukupi semua kebutuhannya dan anak-anaknya. Tak peduli cibiran dan cemoohan orang. Hanya ridho dan ampunan Allah yang saat ini ai kejar.

“Berdoalah terus agar Allah memberikan kekuatan, keiklasan, dan kesabaran. Karena hanya Dialah pemiliki segala yang ada di dunia ini. Dia Maha Membolak-balikkan hati manusia. Bisa saja yang saat ini mengagungkanmu dan bersedia melakukan apapun untuk mu berbalik menginjakmu, pun yang saat ini menyakiti, menghina, dan menggibahmu justru akan mencintaimu sepenuh hati. Hanya Dia Allah Ajjawajahla yang Maha Berkehendak,” tuturnya padaku dalam sebuah panggilan whatssup.

Ya, apapun itu setiap manusia terlahir ke dunia ini membawa kisahnya masing-masing. Hanya doa yang mampu merubah takdir. Pada sebuah pesan whatssup Ustadz Yusuf Mansyur Via Grup SMI #36 menuturkan:

“Padahal kita harus tahu, apa sih definisi yang disebut masalah? Apa yang disebut karunia/ definisinya bisa terbalik, melalui kaca mata atau penilaian Allah.
Apa yang kawan-kawan sebut sebagai masalah, apa yang saudara sebut sebagai karunia barangkali disisi Allah adalah suatu yang kebalikan dari yang kawan-kawan punya selama ini.
Jadi apa yang disebut karunia dan apa yang disebut sebagai masalah? Silahkan direnungi,”(salam @Yusuf_Mansyur).

*****
Loa Kulu-Kutai Kartanegara, sebuah perenungan dari episode perjalanan manusia.

4 replies
  1. Laras
    Laras says:

    Mbaaaaaaak….
    Thanks for writing this post….. Ayook berjuang terus!!! Ada jg aq ketemu temen Online, dia diperlakukan kyk pembantu sama suaminya. Trs akhirnya mrk pisah dan dia jadi tkw. Ada lagi yg suaminya narkoba. Trs pisah skr dia punya usaha Online… Life must goes on, 2:286!!!

    Reply
  2. Kak_Oi
    Kak_Oi says:

    Setuju sama kata-kata di atas, bersyukurlah kita yang diberikan kesempatan untuk lepas dari lingkaran hitam. Ya meski air mata, kecewa dan sakit hati menyertai, tapi jauh di atas Allah sudah persiapkan yang terbaik.

    Reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.